Minggu, 13 Mei 2012


Pentingnya Pendidikan dalam Dunia Usaha

Di zaman seperti ini yang menjadi hal utama adalah Pendidikan. Pendidikan, kemampuan, pengetahuan merupakan salah satu modal yang harus kita miliki untuk hidup di zaman yang serba sulit ini. Mengapa?
           Pendidikan akan terasa diperlukan pada saat kita sedang mencari dan melamar sebuah pekerjaan baik itu pada berbagai perusahaan. karena hal yang utama yang kita lampirkan sebagai CV adalah ijazah pendidikan. Maka peran Pemerinttah dalam hal pendidikan ini sangat dibutuhkan agar dapat mengembagkan dunia Pendidikan di Indonesia lebih baik lagi.


Mungkin sedikit demi sedikit Indonesia juga sadar  akan pentingnya pendidikan. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei menitikberatkan atau mengambil tema pendidikan karakter untuk membangun peradaban bangsa dan seperti yang diberitakan bahwa Kementrian Pendidikan Nasional telah menyediakan infrastruktur terkait akses informasi bekerja sama dengan MNC Group, melalui TV berbayarnya, Indovision menyiarkan siaran televisi untuk pendidikan. Dan juga penyediaan taman bacaan di pusat perbelanjaan. Namun apakah pendidikan karakter ini bisa mengubah masalah-masalah yang sering kita hadapi dalam dunia pendidikan?
Didalam UU No.20/2003 tentang sistem pendidikan Nasional, tercantum pengertian pendidikan: “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, banga dan negara” Namun satu pertanyaan, sudahkah pendidikan kita seperti yang tercantum dalam UU tersebut?

 Mungkin jawabannya adalah 'belum' bukannya 'tidak'. Karna sudah banyak saat ini pelajar Indonesia yang berprestasi Nasional maupun internasional.  Namun pengertian dari pemerintah pun seharusnya harus ditingkatkan terutama dalam sarana dan prasarana Pendidikan di Indonesia. karena masih banyak pula anak-anak bangsa yang belum bisa mengenyam dunia pendidikan.

Keselarasan Pendidikan Dengan Dunia Kerja

Dalam dunia usaha pada saat ini sangat diperlukan inovasi, perbedaan, banyak dicari orang banyak, dan faktor penting adalah dapat mengurangi pengangguran di Indonesia.
dan mulai lah untuk membuat suatu usaha sendiri yang dapat mengurangi jumlah pengangguann bukan bekerja yang malah menambah jumlah penganggurran di Indonesia
Pemetaan Kebutuhan Kerja Penting Bagi Pendidikan, Penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja amatlah penting dilakukan. Tapi terlebih dahulu diberlakukan pemetaan kebutuhan kerja antara kebutuhan dengan lembaga kerja yang ada di pendidikan.
  
Penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja lebih mengkhususkan bagaimana menemukan keselarasan antara lulusan pendidikan dengan dunia kerja yang ada. Diharapkan, anak didik yang sudah lulus dapat memenuhi akses kebutuhan lahan pekerjaan.
 
Dari total jumlah pengangguran di Indonesia, pengangguran SMK menempati posisi tertinggi yaitu sebanyak 17,26% (2009) dan 14,59 persen (2008). Diikuti oleh pengangguran dari tingkat SMA sebanyak 14,01% (2009) dan 14,5% (2008).
 
Karena itu, penyelarasan pendidikan sangat penting dilakukan. Wartanto menegaskan, "Jangan sampai anak-anak SMK setelah lulus dibiarkan untuk menganggur. Begitu pula dengan anak-anak lulusan kursus dan politeknik."
 
Ini tidak hanya dikhususkan bagi lembaga kursus saja tapi juga bagi siswa SMA, SMK, serta politeknik. Tapi dikhususkan memang untuk SMK dan pendidikan nonformal (kursus) karena SMK dan lulusan kursus langsung dilempar ke dalam dunia pekerjaan, sangat berbeda dengan lulusan SMA yang harus melanjutkan ke universitas dan belajar teori.
 

1 komentar: