Pentingnya Pendidikan dalam Dunia Usaha
Di zaman seperti ini yang menjadi hal utama adalah Pendidikan. Pendidikan, kemampuan, pengetahuan
merupakan salah satu modal yang harus kita miliki untuk hidup di zaman yang
serba sulit ini. Mengapa?
Pendidikan akan terasa
diperlukan pada saat kita sedang mencari dan melamar sebuah pekerjaan baik itu
pada berbagai perusahaan. karena hal yang utama yang kita lampirkan sebagai CV
adalah ijazah pendidikan. Maka peran Pemerinttah dalam hal pendidikan ini
sangat dibutuhkan agar dapat mengembagkan dunia Pendidikan di Indonesia lebih
baik lagi.
Mungkin sedikit demi sedikit Indonesia juga sadar akan pentingnya pendidikan. Hari
Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei menitikberatkan
atau mengambil tema pendidikan karakter untuk membangun peradaban bangsa dan
seperti yang diberitakan bahwa Kementrian Pendidikan Nasional telah menyediakan
infrastruktur terkait akses informasi bekerja sama dengan MNC Group, melalui TV
berbayarnya, Indovision menyiarkan siaran televisi untuk pendidikan. Dan juga
penyediaan taman bacaan di pusat perbelanjaan. Namun apakah pendidikan karakter ini bisa mengubah masalah-masalah yang sering kita hadapi dalam dunia
pendidikan?
Didalam UU No.20/2003 tentang sistem pendidikan Nasional, tercantum pengertian
pendidikan: “pendidikan adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat,
banga dan negara” Namun satu pertanyaan, sudahkah pendidikan kita seperti yang
tercantum dalam UU tersebut?
Mungkin jawabannya adalah 'belum' bukannya 'tidak'. Karna sudah banyak
saat ini pelajar Indonesia yang berprestasi Nasional maupun
internasional. Namun pengertian dari pemerintah pun seharusnya harus
ditingkatkan terutama dalam sarana dan prasarana Pendidikan di Indonesia.
karena masih banyak pula anak-anak bangsa yang belum bisa mengenyam dunia
pendidikan.
Keselarasan Pendidikan
Dengan Dunia Kerja
Dalam dunia usaha pada saat ini sangat diperlukan inovasi, perbedaan,
banyak dicari orang banyak, dan faktor penting adalah dapat mengurangi
pengangguran di Indonesia.
dan mulai lah untuk membuat suatu usaha sendiri yang dapat mengurangi jumlah pengangguann bukan bekerja yang malah menambah jumlah penganggurran di Indonesia
dan mulai lah untuk membuat suatu usaha sendiri yang dapat mengurangi jumlah pengangguann bukan bekerja yang malah menambah jumlah penganggurran di Indonesia
Pemetaan Kebutuhan Kerja Penting Bagi Pendidikan, Penyelarasan
pendidikan dengan dunia kerja amatlah penting dilakukan. Tapi terlebih dahulu
diberlakukan pemetaan kebutuhan kerja antara kebutuhan dengan lembaga kerja
yang ada di pendidikan.
Penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja lebih
mengkhususkan bagaimana menemukan keselarasan antara lulusan pendidikan dengan
dunia kerja yang ada. Diharapkan, anak didik yang sudah lulus dapat memenuhi
akses kebutuhan lahan pekerjaan.
Dari total jumlah pengangguran di
Indonesia, pengangguran SMK menempati posisi tertinggi yaitu sebanyak 17,26%
(2009) dan 14,59 persen (2008). Diikuti oleh pengangguran dari tingkat SMA
sebanyak 14,01% (2009) dan 14,5% (2008).
Karena itu, penyelarasan pendidikan sangat penting dilakukan. Wartanto
menegaskan, "Jangan sampai anak-anak SMK setelah lulus dibiarkan untuk
menganggur. Begitu pula dengan anak-anak lulusan kursus dan politeknik."
Ini tidak hanya dikhususkan bagi lembaga kursus saja tapi juga bagi
siswa SMA, SMK, serta politeknik. Tapi dikhususkan memang untuk SMK dan
pendidikan nonformal (kursus) karena SMK dan lulusan kursus langsung dilempar
ke dalam dunia pekerjaan, sangat berbeda dengan lulusan SMA yang harus
melanjutkan ke universitas dan belajar teori.